readitanreap.blogspot.com adalah blog yang memberikan informasi mengenai berbagai macam penyakit kanker dari mulai gejala penyakit kanker, penyebab kanker dan cara penanganan penyakit kanker.

Kamis, 05 April 2018

Gejala Kanker Darah dan Jenis Pengobatan dan Penyebabnya

Gejala Kanker Darah dan Penyebabnya - Kanker darah atau biasa disebut dengan leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih ini merupakan sel darah yang berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Pada kondisi yang normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. 

Namun akan  lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, sehinggga sel darah tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik, dan dihasilkan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan terus berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar menuju organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Jenis-jenis Kanker Darah

Terdapat berbagai jenis kanker darah. Ini diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis. Kanker darah akut merupakan kanker yang berkembang dengan cepat akibat penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal atau sel yang belum matang sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Pertumbuhan ini akan sangat pesat  begitu pun penyebarannya ke dalam aliran darah. Kanker jenis ini harus ditangani dengan segera. Jika dibiarkan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh terhadap penyakit atau infeksi akan menurun.

Sementara itu, kanker darah kronis merupakan kanker yang berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Sel-sel darah putih yang seharusnya sudah mati akan tetap hidup dan menumpuk di dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait yang letaknya berdekatan.  Sel-sel ini lebih matang sehingga dapat berfungsi dengan baik untuk beberapa saat, Oleh karena itu, gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun dialami.

Kanker darah juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa dikenal dengan istilah leukemia limfotik dan yang menyerang sel-sel mieloid disebut dengan leukemia mielogen. Berdasarkan dua pengelompokan di atas, terdapat setidaknya empat jenis kanker darah yang paling sering terjadi. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenis kanker tersebut :

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)
ALL merupakan jenis kanker yang dapat menghambat fungsi  limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi serius. Kanker darah ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan juga menyerang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)
AML ini adalah jenis kanker darah yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. Kanker ini ditandai dengan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)
Jenis kanker darah yang satu ini hanya dialami oleh orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang tergolong lama.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)
Jenis kanker darah ini kebanyakan diderita oleh orang-orang dengan usia di atas 20 tahun. CML memiliki dua tahapan penting. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan namun pasti. Ketika memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga akan menurun secara drastis.

Secara umum, kanker darah atau leukemia erat kaitannya dengan sumsum tulang yang menjadi tempat pembuatan sel darah putih. Sel yang umumnya efektif membasmi infeksi ini tumbuh secara tidak normal sehingga akhirnya membuat kekebalan tubuh tidak berfungsi secara maksimal dan cenderung lemah.

Gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangatlah beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidapnya. Indikasi-indikasi pada kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, bahkan lebih mirip seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:
  • Sering merasa lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Demam yang cukup tinggi.
  • Menggigil terus menerus.
  • Sakit kepala secara keseluruhan.
  • Muntah-muntah dan mual.
  • Keringat muncul secara berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang dan juga sendi.
  • Penurunan berat badan yang signifikan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah dan sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.
  • Jika Anda atau bahkan anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah
Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan sementara terletak pada mutasi DNA dalam sel darah putih menyebebakan perubahan tindakan setiap sel, Selain itu, perubahan lain dalam sel darah putih  akibat faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu terjadinya leukemia.

Faktor-faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker darah meliputi:
Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami penyakit leukemia akut. Sedangkan leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan biasanya dialami pria. Selain itu, riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat menjadi salah satu factor yang memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.

Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga juga dapat memicu kanker darah. Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzene serta bahan kimia lainnya.

Merokok. Rokok ini pada dasarnya tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain yang tergolong berbahaya.
Meskipun begitu, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami leukemia. Di sisi lain, penderita leukemia sering kali ditemukan justru pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut diatas.

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Darah

Pada tahap awal, dokter akan mengawali denan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mencari beberapa tanda-tanda leukimia seperti kulit pucat akibat anemia, pembengkakan limfonodi, serta hati dan limpa yang ukurannya membesar. Jika dokter menduga Anda mengidap kanker darah, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah dan juga tes biopsi sumsum tulang.

Pada tes darah, dokter akan mencari kelainan dari jumlah sel darah putih atau platelet. Penderita leukimia umumnya memiliki kadar sel darah putih yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang normal.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan Anda untuk melakukan tes sumsum tulang belakang. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan jarum tipis panjang untuk mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang Anda.  Sampel jaringan ini yang kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk menunjukkan jenis kanker darah yang Anda alami serta pilihan pengobatan yang paling tepat serta pas dengan kondisi anda.

Pengobatan Kanker Darah

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada usia, kondisi kesehatan Anda, dan juga  jenis atau stadium kanker darah yang diidap.
Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah, antara lain:

Kemoterapi, yang merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
Radioterapi, yang merupakan Teknik pengobatan ini menggunakan sinar X untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radioterapi ini dapat dilakukan hanya pada area tertentu yang terserang kanker, ataupun pada seluruh tubuh, bergantung dari kondisi kesehatan seseorang. Radioterapi juga dapat dilakukan untuk persiapan melakukan transplantasi sel induk
.
Transplantasi sel induk atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum tulang yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini

Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian tertentu yang rentan dalam sel-sel kanker. Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker leukemia.

Penantian dengan pengawasan, yang mana tindakan ini ditujukan bagi penderita leukemia limfatik kronis. Dalam terapi ini, pengamatan secara seksama dilakukan guna melihat perkembangan dari penyakit. Terapi ini juga dapat dilakukan jika seseorang sudah terbukti mengidap leukemia limfatik kronis, namun tidak mengalami gejala yang menunjukkan adanya penyakit tersebut.

Gejala Kanker Darah dan Jenis Pengobatan dan Penyebabnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sarah Veronica

0 komentar:

Posting Komentar